Kebebasan memilih adalah hak yang pertama. Karena manusia diciptakan secara bebas dan merdeka. Tiada sesuatu yang lebih berharga daripada kemerdekaan itu sendiri. 

Bila keyakinan dan beragama saja tidak boleh dipaksakan. Akan hilangnya sebuah value (nilai) keyakinan itu sendiri. Apalagi hanya ber-HMI?

Maka dari itu, setiap kader HMI tidak memiliki hak untuk memaksa mahasiswa agar ber-HMI, karena watak independensi HMI adalah sifat organisasi secara etis merupakan karakter dan kepribadian induvidu kader. Karenanya, implementasinya ialah harus tertanam di dalam bentuk pola pikir, pola laku, dan pola sikap setiap kader, baik dalam dinamika dirinya sendiri sebagai kader maupun dalam melaksanakan "Hakekat dan Mission" organisasi dalam kiprah hidup berorganisasi, berbangsa, bermasyarakat dan bernegara. 

Dengan demikian akan membentuk independesi HMI:

Independensi Etis dan Independensi Organisatoris.

Hingga tercapainya pengaktualisasian dinamika berpikir dan bersikap dan berprilaku baik; "Hablumminallah" maupun dalam "Hablumminnas" yaitu hanya tunduk dan patuh pada kebenaran (mutlak).